Langsung ke konten utama

Materi kuliah Besaran Fisika Dan Sistem Satuan

Selamat datang di alur penelitian, alur penelitian kali ini akan berbagi informasi mengenai "Besaran Fisika dan Sistem Satuan", dan saya harap materi atau informasi yang saya berikan dapat bermanfaat bagi anda. 
Sebelum mengenal lebih dalam tentang apa itu besaran fisika dan sistem satuan perlu kita pahami terlebih dahulu tantang konsep dari besaran dan satuan dalam bidang ilmu fisika. definisi dari standar besaran pokok
Panjang - meter :
  • Satu meter adalah panjang lintasan di dalam ruang hampa yang dilalui oleh cahaya dalam selang waktu 1/299,792,458 sekon.
Massa - kilogram :
  • Satu kilogram adalah massa silinder platinum iridium dengan tinggi 39 mm dan diameter 39 mm.
Waktu - sekon
  • Satu sekon adalah 9,192,631,770 kali periode (getaran) radiasi yang dipancarkan oleh atom cesium-133 dalam transisi antara dua tingkat energi (hyperfine level) yang terdapat pada aras dasar (ground state).






Contoh Besaran Turunan
Contoh :
  Kecepatan
  • pergeseran yang dilakukan persatuan waktu
  • satuan : meter per sekon (ms-1)
  Percepatan
  • perubahan kecepatan per satuan waktu
  • satuan : meter per sekon kuadrat (ms-2)
 Gaya
  • massa kali percepatan
  • satuan : newton (N) = kg m s^-2

Dimensi
  • Dimensi menyatakan esensi dari suatu besaran fisika yang tidak bergantung pada satuan yang digunakan.
  • Jarak antara dua tempat dapat dinyatakan dalam meter, mil, langkah,dll. Apapun satuannya jarak pada dasarnya adalah “panjang”.





Analisa Dimensi
  • Suatu besaran dapat dijumlahkan atau dikurangkan apabila memiliki dimensi yang sama. Setiap suku dalam persamaan fisika harus memiliki dimensi yang sama

Contoh :
Perioda ayunan sederhana T dinyatakan dengan rumus berikut ini :




yang mana l panjang tali dan g percepatan gravitasi dengan satuan panjang per kwadrat waktu. Tunjukkan bahwa per- samaan ini secara dimensional benar !

Jawab :
Dimensi Perioda [T] = T
Dimensi Panjang Tali [I] = L
Dimensi Percepatan Gravitasi [g] = LT^-2
p = tak berdimensi  


=>
= T

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PLC - LADDER DIAGRAM PARKIR MOBIL

Cara kerja sistem : jika jumlah mobil yang berada di parkiran mobil kurang dari 10 mobil, maka pintu masuk akan terbuka Sensor 1 menghitung jumlah mobil yang masuk ke dalam parkiran jika jumlah mobil yang berada di parkiran mobil sebanyak 10 mobil maka pintu masuk akan tertutup dan lampu full akan menyala dan mobil tidak boleh masuk lagi jika ada mobil yang keluar dari parkiran, sensor 2 akan menghitung, maka lampu full akan mati, pintu masuk akan terbuka dan mobil boleh masuk kembali Input : Sensor 1 Mobil Masuk S1 : 0.00 Sensor 2 Mobil Keluar S2 : 0.01 Push Button Reset RESET : 0.02 Outpu : Lampu Parkir FULL : 10.01 Pintu Masuk Terbuka : 10.02 Pintu Masuk Tertutup : 10.03 Ladder Diagram : Terimakasih, semoga informasi diatas bermanfaat

Materi Kuliah 2 Lensa Optik

HOLOGRAFI Holography adalah teknik penghamburan cahaya dari sebuah objek untuk direkam dan kemudian direkonstruksi sehingga dia akan muncul  jika objek itu memiliki posisi yang relatif sama terhadap rekaman medium saat direkam. Bayangan akan berubah selama posisi dan  sudut pandang berubah dalam cara yang sama sehingga objek masih tetap terlihat ada dan rekaman bayangan (hologram) muncul dalam bentuk tiga dimensi. Teknik holografi dapat juga digunakan sebagai penyimpan, pencari data, dan pemroses informasi Sejarah Holografi Fisikawan berkebangsaan Hungaria-Inggris, Dennis Gabor, diberi Penghargaan Nobel bidang Fisika pada tahun 1971 "berkat penemuan dan pengembangannya dalam metode/teknik holografi". Pekerjaan yang dia lakukan pada akhir tahun 1940an, didasari oleh pekerjaan sebelumnya di bidang mikroskopi sinar X oleh ilmuwan lain, seperti Mieczysław Wolfke pada tahun 1920 dan William Lawrence Bragg pada tahun 1939. Penemuan ini merupakan hasil yang tidak d...

PLC - LADER DIAGRAM AUTOMASI PENGANGKUT SAMPAH SUNGAI

Cara Kerja Sistem : a.        Cara Kerja : 1.       Pada saat Push Button ON ditekan akan menggerakan Motor 1 (M1) dan Motor 3 (M3) 2.       Apabila Sensor 1 (S1) aktif maka Selenoid (SLD) akan menurunkan Hydraulic (HY) dan Motor 2 (M2) akan menyala secara Revers setelah 3 Detik ( TIMER 1 REV) untuk menarik pengangkut sampah ke arah Conveyor Sampah . 3.       Apabila Sensor 2 (S2) aktif maka Selenoid (SLD) akan menaikkan Hydraulic (HY) dan Motor 2 (M2) akan menyala secara Forward setelah 3 Detik ( TIMER 2 FWD) untuk membawa pengangkut sampah ke ujung sungai untuk menggambil sampah kembali. 4.       Pada saat Motor 1 (M1) menyala, akan menjalankan Conveyor Sampah dan menggambil sampah dipermukaan sungai/kali secara terus menerus dan dibawa ke dalam Tempat Penampungan Sampah. b.       Deskripsi Sistem : 1. ...